Free Translation Widget

Rabu, 07 Desember 2011

13226391541092879758

RESENSI BUKU
Judul Buku                  : Menjadi Guru Tangguh Berhati Cahaya
Penulis                         : Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd.
Penerbit                       : Indeks
Cetakan Pertama         : September 2011
Tebal                           : 235 halaman

“Jangan nikah sama guru, kamu nanti susah, mau dikasih makan apa nanti…”, “jangan jadi guru, gajinya kecil, cari aja pekerjaan yang lain yang lebih enak….”. Begitulah kira-kira mendengar cerita beberapa guru-guru yang sudah lama mengabdikan dirinya di dunia pendidikan. Statement seperti itu sering muncul di jaman dahulu dimana profesi guru masih dipandang sebelah mata. Determinasinya simple, karena penghasilannya kecil. Begitulah alasan orang tua dulu kalo berpesan kepada anak gadisnya yang mau menikah agar tidak dengan lelaki yang berprofesi sebagai guru, atau kepada puteranya yang ingin mencari pekerjaan untuk tidak bekerja sebagai guru.
Sekelumit kisah di atas salah satu core value dari point intisari yang tertuang dalam buku “Menjadi Guru Tangguh Berhati Cahaya” (MGTBC) karya Wijaya Kusumah, S.Pd.,M.Pd. yang sering dipanggil Omjay oleh beberapa rekan dan koleganya. Omjay merupakan seorang guru yang sudah mendarma baktikan dirinya lebih dari sepuluh tahun di bidang pendidikan, sehingga ketika membaca buku terbarunya ini akan lebih terasa karena kontekstualisasi dengan dirinya yang berprofesi sebagai guru.
Buku MGTBC ini merupakan buku terbitan Indeks dan telah dilaunching pada tanggal 27 November 2011 di Ruang Rapat Kantor Walikota Pemkot Bekasi. Acara launching tersebut berbarengan dengan seminar nasional dalam rangka Hari Guru dan HUT IGI (Ikatan Guru Indonesia) yang ke-2.
Guru harus mampu menciptakan informasi di internet, sehingga orientasi paradigma pembelajaran guru harus diubah dari konsumen informasi menjadi produsen informasi. Dengan demikian peserta didik pun akan merasakan manfaat positif dari teknologi komunikasi atau yang sering dikenal dengan ICT (Information Communication Technology). Pembelajaran melalui pendekatan “ICT based” bisa melalui blog, tujuannya agar meningkatkan kreativitas menulis pada guru, dan meningkatkan minat baca bagi peserta didik kita.
Selain permasalahan kreativitas guru, buku MGTBC ini juga memaparkan beberapa problematika pendidikan yang bertitik tolak pada kebijakan dan konseptual. Seperti standarisasi UN, kerancuan pelaksanaan RSBI, hingga kurikulum yang selalu berubah-ubah. Menurut penulis, sudah saatnya guru melek internet. Arus informasi di era global sekarang ini sangat menunjang guru untuk menjadi pendidik yang inspiring dan optimistis.
Sebagaimana dalam satu judul di akhir buku ini, ada tulisan yang berjudul “Peran Guru dalam Memberantas Korupsi, Kemiskinan, dan Kekerasan Pelajar di Indonesia”. Jelas sekali bahwa guru bukan hanya mengajar, melainkan mendidik, melalui character building yang dapat membuat peserta didik memiliki karakter anti korupsi, kaya, dan lemah lembut. Dengan demikian, problematika seperti korupsi, kemiskinan dan kekerasan tidak lagi menjadi resistensi bagi keberlangsungan proses pendidikan di Indonesia.
Salam Guru Blogger….
Bhayu Sulistiawan, S.Pd.I
Sumber:
http://www.abuabbad.wordpress.com
http://media.kompasiana.com/buku/2011/11/30/resensi-buku-guru-tangguh-berhati-cahaya/
Add to Cart

0 komentar:

Posting Komentar